Inilah Perbedaan antara Saham, Obligasi, dan Reksadana 

Umum

Bursa Efek Indonesia belum lama menyatakan, bahwa minat masyarakat Indonesia untuk berinvestasi semakin meningkat seiring dengan pertumbuhan ekonomi positif dan berkembangnya sistem informasi. Untuk kamu yang masih bingung untuk memilih jenis investasi, maka simak pembahasan dibawah ini yang akan membahas mengenai perbedaan saham, obligasi, dan reksadana. 

Perbedaan antara Saham, Obligasi, dan Reksadana

1. Minimum pembukaan Rekening

Perbedaan yang mencolok di ketiga instrumen tersebut yaitu mengenai modal awal minimum pembukaan rekening. Jika kamu akan membuka rekening transaksi obligasi maka harus menyiapkan modal kurang lebih Rp 5jt. Sedangkan modal awal pembukaan rekening reksadana yaitu sebesar Rp 1 miliar rupiah tetapi hal tersebut hanya sebatas nasabah prioritas.  

2. Risiko Fluktuasi Harga

Dalam hal imbal hasil return, baik saham obligasi ataupun reksadana sama-sama fluktuatif. NAB akan dimulai dari angka 1000 dengan alasan reksadana tidak jatuh tempo seperti hal nya dengan obligasi. Berapapun waktu reksadana selama kamu masih aktif melakukan investasi maka imbalan hasil akan terus mengalami perubahan.  

Pengertian Saham 

Trading Saham: Definisi, Cara, dan Bedanya dengan Investasi

Saham adalah sebuah hak kepemilikan mengenai suatu perusahaan. Jadi ketika kamu membeli sebuah saham dari perusahaan, maka kamu hanya membeli sebagian saja dari perusahaan. Banyak yang mengatakan bahwa semakin besar return yang diberikan maka semakin besar juga risiko nilai return saham tersebut akan jatuh dan turun nilai sahamnya. 

Jadi jika saham perusahaan yang dibeli memberikan prospek yang baik maka kamu pun akan mendapatkan return yang baik pula atau bahkan dapat dibilang besar. Seperti halnya dengan obligasi, saham pun juga akan mempunyai berbagai macam tipe saham dan juga berbagai macam perusahaan yang dapat diinvestasikan. Yang harus diingat yaitu ketika satu saham mempunyai return yang dibilang tinggi maka resiko jatuhnya nilai return juga besar.

Mengenai saham 

  • Tanda bukti kepemilikan suatu perusahaan
  • Jangka waktu tidak terbatas
  • Pemegang saham memperoleh penghasilan dividen dan dengan frekuensi yang tidak menentu. 
  • Dividen dibayar dari laba suatu perusahaan. 
  • Pemegang saham memiliki hak suara pada perusahaan

Pengertian Obligasi

Pengertian, Jenis dan Karakteristik Obligasi - KajianPustaka.com

Obligasi dapat dijelaskan sebagai piutang, semacam memberikan pinjaman dengan sejumlah uang kepada suatu perusahaan. Kamu meminjamkan uang kepada negara atau kepada suatu perusahaan dan sebagai timbal baliknya, mereka akan memberikan bunga kepada mu terhadap sejumlah yang mereka pinjam. 

Biasanya obligasi dianggap jenis konservatif investasi dikarenakan kamu dapat memilih panjang dan jangka waktu obligasi yang diinginkan. Kemudian mengetahui secara persis berapa banyak uang yang akan didapatkan kembali pada akhir masa atau jatuh tempo. Obligasi juga mempunyai banyak sekali tipe-tipe yang menjadi pilihan dari seorang investor tersebut, sesuai dengan ketentuan yang menjadi tujuan utama investor tersebut. 

Secara garis besar obligasi merupakan sebuah instrumen yang kurang beresiko dari pada menggunakan saham. Dan cara utama bagimu sehingga dapat kehilangan uang pada obligasi adalah perusahaan atau pemerintah yang menerbitkan default obligasi pada kewajiban mereka.  

Mengenai Obligasi 

  • Obligasi merupakan bukti pengakuan utang 
  • Jangka waktu terbatas 
  • Tingkat bunga dan periode pembayaran telah ditetapkan 
  • Baik perusahaan untung ataupun rugi, bunga dan pokok pinjaman wajib untuk dibayar
  • Pemegang obligasi tidak memiliki suara terhadap suatu perusahaan. 

Pengertian reksadana 

Mari Berinvestasi Reksadana! Simak Penjelasan dan Simulasi Reksadana  Berikut Ini - Obligasi

Reksadana yaitu cara lain untuk berinvestasi dalam saham, obligasi, atau kas alternatif. Reksadana diibaratkan seperti sebuah satu paket antara saham atau obligasi. Pada dasarnya uang mu akan dikumpulkan dengan uang investor lain, kemudian dilakukanlah proses penginvestigasian mengenai suatu surat berharga. Hal tersebut akan  dilakukan oleh manajer investasi yang juga akan dikelola oleh manajer investasi tersebut.  

Namun harus diketahui bahwa, uang yang kamu investasikan di reksadana bukanlah hak milik mu sendiri, namun telah digabungkan dengan investor-investor lainya.  Namun bukan berarti kamu tidak akan mendapatkan return, kamu tetap mendapatkan return tetapi jumlahnya akan lebih sedikit dibandingkan dengan menanam uang di bursa saham sendiri. 

Perbedaan antara saham, obligasi dan reksadana yaitu saham merupakan sebuah surat berharga yang membuktikan kepemilikan suatu perusahaan. Sedangkan obligasi merupakan utang, dan reksadana adalah kumpulan dari portofolio, yang bisa berupa saham ataupun obligasi. 

Jika saham dan obligasi dapat dimiliki atau dibeli secara pribadi maka akan berbeda dengan reksadana. Reksadana merupakan kumpulan portofolio dimana sebagai pemilik modal hanya menyetorkan modal saja, kemudian modal yang disetor akan dikelola oleh manajer investasi secara kolektif, yaitu dapat digunakan untuk membeli instrumen investasi yang dianggap menguntungkan. Jadi walaupun tidak memiliki ilmu maupun keahlian di bidang investasi, kamu tetap dapat menginvestasikan  uang yang dimiliki tetapi dikelola oleh orang lain yaitu manajer investasi yang biasanya mewakili sebuah perusahaan reksadana yang dipilih.

Sama halnya dengan saham dan obligasi, reksadana juga dapat mempunyai resiko yang sama, yaitu kerugian jika manajer investasi gagal dalam bertransaksi atau mengalami kerugian karena beberapa faktor yang mempengaruhi. Contohnya dalam menganalisis, salah dalam mengambil keputusan dan lainya.  

Demikian artikel mengenai Perbedaan Saham, Obligasi, Reksadana yang dapat dijadikan referensi. kunjungi juga atg 5.0 untuk mendapat informasi lanya. 

Tags :
Share This :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Post Terbaru

Anda Punya Pertanyaan?

Kirimkan pertanyaan anda lewat kontak di bawah ini.

Categories