Sejarah Komite Olimpiade Indonesia

  • Tahukah Anda tentang KOI? KOI ini merupakan singkatan dari Komite Nasional Indonesia. Tugas dari Komite Nasional Indonesia ini adalah ikut melaksanakan keikutsertaan Indonesia dalam pekan olahraga nasional. Pekan olahraga tersebut seperti Asean Games, PON, Olimpiade, SEA Games, dan lain sebagainya. Fungsi dari Komite Nasional Indonesia ini sendiri sudah diatur dalam undang-undang No 3 Tahun 2005.

    Kemudian pemerintah juga menyelenggarakan pekan dan kejuaraan olahraga ini yang diatur dalam Peraturan pemerintah No 17 Tahun 2007. Setelah itu, KOI ini diterima menjadi bagian anggota Komite Olimpiade Internasional pada 11 Maret 1954.

    Kira-kira bagaimana sejarah dan perkembangan Komite Olimpiade Indonesia? Yuk, simak informasi lengkapnya dibawah ini!

    Sejarah Komite Olimpiade Indonesia

    • 19 Agustus 1945

    Pada pertengahan bulan Agustus tepatnya pada tanggal 19 Agustus 1945, terbentuklah kabinet pertama. Kabinet ini terbentuk dalam lingkup Kementerian pendidikan dan pengajaran. Lembaga tersebut bertugas untuk merencanakan dan melaksanakan urusan mengenai keolahragaan. 

    Kemudian lembaga tersebut membuat sebuat organisasi di bawah jawatan pengajaran. Olahraga yang ada di masyarakat tersebut kemudian diurus oleh organisasi jawatan tersebut. Berikut ini beberapa tugas di bidang pembinaan  yang dilakukan oleh kementerian pendidikan dan pengajaran yaitu sebagai berikut :

    • Menyelenggarakan pelatihan keolahragaan di kalangan para pemuda. Hal ini bertujuan guna untuk mencapai dan memperoleh kondisi tubuh yang prima dan sehat.
    • Mengusahakan rehabilitasi kebugaran fisik dan mental bangsa. Hal ini dikarenakan agar pemuda bangsa bisa ikut serta dalam forum internasional.

    Itulah beberapa tugas yang dilakukan oleh kementerian pendidikan dan pengajaran guna untuk memperoleh pemuda bangsa yang kuat dan sehat.

    • September 1945

    Kemudian pada bulan september 1945, tentara Belanda membonceng sekutu NICA yang masuk ke Negara Indonesia ini. Pada saat itu organisasi olahraga yang bernama GELORA ini meleburkan diri bersama dengan pusat olahraga Jepang yang sekarang menjadi PORI (Persatuan Olahraga Republik Indonesia). 

    • Tahun 1946

    Pada pertengahan sampai akhir tahun 1946, suasana kota Jakarta ini kurang menguntungkan bagi bangsa Belanda. Kemudian PORI ini melakukan hijrah ke Solo dan berkantor di jalan purwosari. Setelah itu, para pemuda tersebut akhirnya membentuk Organisasi terbesar dan tertinggi yang dinamakan dengan Persatuan Olahraga Republik Indonesia. Organisasi PORI ini diketuai oleh Widodo Sosrodiningrat yang berpusat di solo.

    • Januari 1947

    Pada bulan januari tahun 1947 para pemuda PORI ini mengadakan kongres dan musyawarah  darurat. Pada kongres ini yang terpilih menjadi ketua adalah Mr. Widodo Sastrodiningrat. Dan yang terpilih sebagai wakil ketua adalah Soemali Prawirosoedirjo dan yang terpilih sebagai sekretaris organisasi adalah Soemono.

    Pada pertengahan tahun 1947, PORI mengadakan perjanjian dan hubungan dengan menteri Pembangunan dan Wikana. Berkat bantuan Drs. Karnadi, akhirnya PORI dapat mengembangkan dan memajukan organisasinya. Berikut ini beberapa perkembangan yang akan dilakukan oleh PORI yaitu sebagai berikut :

    • Memperbaiki kembali pembangunan cabang-cabang olahraga yang bercerai berai
    • Membentuk organisasi Induk cabang olahraga
    • Menerbitkan majalah dan buku “Pendidikan Jasmani”
    • Mulai mempersiapkan pekan olahraga nasional yang akan diselenggarakan bulan januari.

    Selain itu presiden Soekarno juga melantik KORI(Komite Olimpiade Republik Indonesia). KORI ini mempunyai tugas untuk menangani masalah di bidang keolahragaan yang berkaitan dengan masalah olimpiade. KORI ini dibentuk karena pada saat itu Indonesia ingin mengikuti Olympic Games 1948. 

    Tidak hanya itu, PORI kemudian membentuk beberapa cabanag olahraga. Cabang olahraga tersebut seperti sepak bola, basket, panahan, tenis,  bulu tangkis, pencak silat, dan atletik. 

    Setelah itu, pada tanggal 2 sampai 3 Mei 1948, PORI mengadakan konferensi di Solo. Hasil konferensi tersebut akhirnya menghasilkan PON 1 yang akan diselenggarakan pada 9 – 14 September 1948. Akan tetapi, pada waktu yang bersamaan, KORI Ini berubah nama menjadi KOI ( Komite Olimpiade Nasional ). 

    • Tahun 1951-1952

    Pada tahun ini PORI mulai melebur dan bergabung ke dalam KOI. Sedangkan organisasi KOI ini resmi diterima pada tanggal 11 Maret sebagai anggota Olimpiade Internasional.

    • Tahun 1961-1965

    Pada awal tahun 1961 pemerintah mulai membentuk Komite Gerakan Olahraga. Organisasi ini terbentuk karena untuk mempersiapkan pembentukan tim nasional olimpiade Indonesia. Pada tahun 1962, pemerintahan membentuk organisasi baru lagi bernama  Dewan Olahraga Republik Indonesia (DORI). Sedangkan pada tahun 1965 DORI berubah nama menjadi KONI(Komite Olahraga Nasional Indonesia). Perubahan nama ini diselenggarakan pada 25 Desember 1965.

    • Tahun 1966

    Pada awal tahun Presiden soekarno ini menerbitkan keputusan dan peraturan terbaru. Keputusan tersebut berisikan perubahan nama DORI ini tidak disetujui oleh induk organisasi.

    Kemudian presiden soeharto  membubarkan Depora dan akhirnya membentuk Direktorat Jenderal Olahraga.  Selain itu, induk organisasi juga membentuk KONI yang diketuai oleh Sri Sultan Hamengkubuwono IX. Organisasi KOI ini dipimpin oleh Sri Paku Alam VIII.

    • Tahun 2005-2007

    Pada tahun 2005, DPR menerbitkan peraturan terbaru tentang Sistem keolahragaan Nasional. Selain itu keputusan tersebut juga berisikan mengenai memecah organisasi KONI menjadi KON dan KOI.

    Kemudian pada awal dan pertengahan tahun 2007, pemerintah menerbitkan peraturan baru  No 16, 17, dan 28 tahun 2007. Pada tanggal 30 juli KOI ini menyerahkan fungsi dan tugasnya sebagai NOC dari KONI kepada KOI. Hingga akhirnya, KONI ini tetap dipertahankan dan tidak berubah nama menjadi KON.

    Itulah tadi pembahasan mengenai sejarah komite olimpiade nasional di Indonesia. Banyak terbentuknya organisasi  keolahragaan baru yang muncul untuk mempersiapkan dan menyelenggarakan Pekan Olahraga Internasional atau dikenal dengan PON.